Jumat, 11 September 2020

"pagi-ku masih tentangmu"

Kiranya sudah sangat lama cerita kita telah usai, namun aku masih saja belum bisa menghikanmu dari kepalaku. ditengah sepi bayangan tentangmu selalu berhasil menghiasi sudut imaji.

andai saja dulu aku tak pernah mengenalmu mungkin hatiku tak akan di rundung pilu.
andai saja dulu aku tak menaruh harap padamu mungkin luka ini tak akan terus mengendap.
andai saja aku tidak mudah berandai-andai.

namun tak bisa disalahkan ingatan dan kenangan kadang memang menyayat dan hanya waktu lah seampuh-ampuhnya obat. sebab waktu juga yang akan membawaku ke perjalanan menuju tempat baru dan orang-orang baru, mungkin saja Cinta baru agar hatiku tak lagi dirundung pilu.

Namun, untuk sekarang ini biarlah aku merawat luka, memendam lara.sampai nantinya berganti menjadi cerita yang penuh Cinta dan luka berubah tawa juga lara menjadi bahagia.

Sebab beberapa hati perlu patah untuk mengerti bahwa Cinta itu Indah.                Tapi pagi ini aku ingin meminta maaf bahwa melupakanmu aku belum bisa, dan di hatiku masih namamu sebagai satu-satunya rasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"luka yang tumbuh dari harapan yang kau bunuh"

Kini gairah menulis-ku hanya tentang luka, menikmati lara menyusunnya menjadi kata-kata. karena bahagia tak lagi ku rasa, semenjak kau memut...