Bila memang hendak melapas lantas mengapa kau memberi harap yang sangat luas. Kau bilang kisah ini rumit sebab itu kau pamit, kau yang membuat ini semua menjadi rumit sebab sedari awal kau memang berencana untuk pamit.
Pembuktian seperti apa lagi yang kau butuhkan, apa ini caramu membalas rasa dan ketulusanku. dengan sengaja kau buat redup cahaya harapan, membunuh perasaanku dengan kenyataan.
Kau tak pernah membicarakan segala pucuk permasalahan, kau hanya pergi dengan meninggalkan sayatan-sayatan tajam diperasan. atau memang tak pernah ada masalah kaunya saja yang hanya berniat untuk sekedar singgah dan aku bukanlah sebenar-benarnya rumah.
kau terlalu membuat semestaku bertanya-tanya dan menerka-nerka akan sikapmu yang seenaknya saja, kau takkan pernah peduli dengan luka yang kau tinggalkan di relung kecewa, harapan ku terlalu sering teraniaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar