Jumat, 11 September 2020

"Duka dibalik mata ibu"

Aku selalu ingin menjadi mata mu, melihat bahagia yang kau tatap, merasakan kesedihan yang kau ratap.

Aku tak tau ada berapa duka yang kau sembunyikan dibalik senyum itu, meski saat ragamu letih tak sedikitpun kau mengeluh, meski pikiranmu kalut senyum itu tak pernah ada surut, senyum itu tetap tersaji menghiasi hari-hari.

Berapa banyak duka yang kau sembunyikan dibalik matamu itu, ibu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"luka yang tumbuh dari harapan yang kau bunuh"

Kini gairah menulis-ku hanya tentang luka, menikmati lara menyusunnya menjadi kata-kata. karena bahagia tak lagi ku rasa, semenjak kau memut...